Selasa, 10 Januari 2012

ADA APA DENGAN PROYEK PLTU JAWETEN?


Wah judul postingan diatas jadi menginggat saya pada film Dian Sastro Wardoyo dan Nicholas Saputra "ADA APA DENGAN CINTA", memang sebuah film percintaan remaja yang dikemas menarik dan diakhiri dengan HAPPY ENDING, hal yang sama pada proyek PLTU di kabupaten Barito Timur, dikemas menarik dan begitu memberikan harapan bagi warga barito timur hanya bedanya mungkin cerita ini akan berakhir "SAD ENDING". Tapi saya dan tentunya semua warga barito timur pasti tidaklah mengharapkan yang demikian.

OK.. sebagai acuan teoritis akan kemungkinan "SAD ENDING" ini, yang kita perlu ketahui adalah apa itu sebenarnya PLTU? Bagaimana sistem kerjanya, asfek-asfek apa yang bisa memenuhi untuk bisanya beroperasi sebuah PLTU? untuk menjelaskannya saya harap kalian tidak bosan untuk membacanya, anggap saja sebagai penambahan ilmu pengetahuan kita dan bagi saya sebagai reuni bab I skripsi saya (jadi ingat masa kuliah) :). Langsung yaa...

Apa itu PLTU? PLTU adalah kepanjangan dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap, sesuai kepanjangannya PLTU adalah pembangkit listrik yang digerakkan oleh uap. Untuk itu, persediaan air di sekitar PLTU harus cukup. Biasanya PLTU berada di pinggir laut, walau tidak harus. Kenapa harus dekat laut atau setidaknya sungai besar? Karena sebuah PLTU semisalkan 100 MW membutuhkan ketersediaan air yang cukup besar, baik untuk direbus menjadi uap, maupun untuk proses pendinginan. Dari penerawangan saya... PLTU yang akan didirikan di desa Jaweten ini jauh dari ketersediaan air yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sebuah PLTU, jangankan untuk PLTU! untuk merendam karet orang kampungpun tidak mencukupi. Mungkin kita butuh keahlian Avatar Aang untuk mengendalikan air agar bisa mencukupi kebutuhan PLTU tersebut. Tapi sayang hanya dikartun bung :). Tapi okelah.. saya ngambil positif side aja mungkin air bisa disupply pakai mobil PDAM 100an unit untuk mengangkut air dari mana saja. Bisa saja ya? ya paling-paling biaya operasional akan membengkak sebengkak perut pejabat :). Dampaknya iuran listrik yang dibayar 5 kali lipat dari iuran biasa, tapi mudah-mudah disubsidi *ngarep*.

Ok saya berikan contoh hitungan sederhana kebutuhan air untuk PLTU 2x3 MW, diingatkan! air digunakan untuk direbus menjadi uap dan air untuk pendinginan, jadi ada 2 perhitungan disini, simak saja dibawah ini, kalau pusing mending lihat aja totalnya nanti :).

1. Perhitungan Air Pendingin Condenser
Dari diagram Heat balance PLTU, dapat diketahui heat balance setiap peralatan seperti condenser, dimana panas yang dilepas uap masuk/keluar condenser akan diserap oleh air pendingin.Dengan asumsi efisiensi condenser 90 %, maka kebutuhan air pendingin adalah 223.024/0.90 = 247.8 kg/s = 892 ton/jam. Untuk kapasitas 2x3 MW , dibutuhkan air pendingin sebesar 2 x 892 = 1784 ton/jam. Kebutuhan air pengisi cooling tower merupakan jumlah air yang ditambahkan akibat adanya kebocoran dan penguapan yang diperkirakan sebanyak 2 % ( dari spesifikasi Cooling tower ), sehingga jumlah air pengisi tersebut sebesar 2%x1784 ton/jam = 36 ton/jam = 600 liter/menit.
2. Air pengisi Boiler (make Up Water)
Dari diagram Heat balance diketahui masa air yang masuk ke boiler adalah 4.366 kg/s dan diperhitungkan
steam bolwdown dan losses sebesar 10 % , maka air pengisi boiler diperkirakan 0.10x 4.366 = 0.436 kg/s atau 1570 kg/jam atau 1,6 ton /jam. Untuk PLTU 2x3 MW, maka air pengisi ketel adalah 2x1,6= 3.2 ton/jam atau 55 liter/menit. Jadi total air yang dibutuhkan untuk PLTU 2x3 MW per jamnya adalah 39.2 ton/jam, ini baru untuk PLTU 2x3 MW lho? apakabar dengan PLTU 100 MW? hitung sendiri :)(saya jadi ingat muka dosen pembimbing saya) :). Untuk memudahkan membayangkan berapa sih jumlah air itu dalam liter? begini bro 1 ton = 1000 liter, jadi kalau 39.2 ton itu = 39200 liter.
Oh ya.. buat para pegawai Distamben mungkin bisa mengoreksi perhitungan saya ini, saya yakin anda-anda lebih tau ;)

Adapun bangunan utama di PLTU ada tiga, yakni Boiler (perebus), Turbin (penggerak), dan Water Treatment Plant (WTP). “Selebihnya merupakan bangunan penunjang seperti pipa-pipa air maupun pipa-pipa uap bertekanan tinggi untuk menggerakkan turbin.

Adapun boiler adalah alat pemanas air sampai menjadi uap. Uap ini yang digunakan untuk memutar rotor dan membangkitkan energi listrik. Nah, uap bertekanan tinggi dari boiler digunakan untuk memutar bilah turbin yang dihubungkan dengan generator dengan bantuan poros. Poros yang berputar ini akan menghasilkan energi listrik di dalam generator.

Sedangkan water treatment plant berguna untuk membersihkan air dari segala mineral, karena dapat menyebabkan korosi pada pipa-pipa boiler. Dengan alat ini, air yang mengandung lumpur akan dibuang keluar dari sistem.

Nah untuk PLTU Jaweten ini berbahan bakar batubara.Adapun cara kerjanya, batubara dari tambang dikirim ke “coal hoper” dan dihaluskan sampai ukuran 5 cm. Setelah itu dikirim ke pembangkit melalui konveyor. Selanjutnya batubara dihancurkan melalui crusher, dari ukuran 50 mm menjadi paling besar 10 mm, sebelum dibakar di ruang pembakaran, untuk memanaskan air di dalam boiler sampai menjadi uap. Catat!!! Batubara hanya sebagai bahan bakar untuk memanaskan air dalam steam boiler (ketel uap), tidak sama sekali berhubungan langsung dengan generator yang menghasilkan listrik!!! Kembali saya katakan Catat!!!

Saya anggap PLTU Jaweten ini menggunakan sistem boiler CFB yang ramah lingkungan, adapun sistem boiler CFB (Coal Fluidized Bed), yaitu batubara dicampur pasir dan limestone di boiler, baru dibakar. Fungsi pasir untuk mendistribusikan panas dan fungsi limestone untuk mengikat sulfur. CFB boiler sangat cocok untuk batubara yang mengandung sulfur hingga 0,5 persen. Teknologi CFB ini ramah lingkungan, sebagai alternatif penggunaan FGD (Fuel Gas Desulfurization), yang harganya relatif mahal, sekitar 5-7 persen dari total investasi PLTU.

OK. Cukup disini penjelasan singkat saya tentang PLTU. Kalau saya uraikan panjang lebar setebal skripsi saya tidak akan selesai sampai 2014 pas pilkada, hehehee.. maksud lohhhh??? hehehee. (ya iyalah bro.. biasanya ada banyak proyek ajaib yang boombastis setiap mau pilkada, pencitraan buat mendongkrak popularitas *wink*).

Sebenarnya tujuan saya menjelaskan tentang PLTU tadi adalah sebagai landasan pikiran kita, berpikir secara logis akan kemungkinan yang akan terjadi pada proyek PLTU Jaweten ini kedepan, apakah bisa terwujud atau hanya tameng untuk memudahkan ekplorasi tambang didaerah barito timur ini?. Saya tidak bermaksud apa-apa disini, saya sangat bahagia apabila ini benar-benar terwujud. Atau silahkan menambang didaerah ini asalkan sesuai dengan perijinan yang berlaku tapi tidak dengan cara pembodohan masyarakat, jangan sia-siakan pengorbanan 2 kepala kerbau yang udah rela mati untuk proyek ini (lohhh??? lu kate gua orang greenpeace? hehehhee).

OK. segitu aja tulisan saya, tolong koreksi bila ada salah. Glory.. Glory.. BarTim!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar